Skip to content Skip to content

Curtin University

 What's on

Mature age info session, 24 April Mature age info session, 24 April

Get info on entry pathways, how to apply to Curtin and the support services available.

Learn more

Education Abroad Fair, 6 May Education Abroad Fair, 6 May

Find out about overseas study opportunities from 11 am – 2 pm at Sir Charles Court Promenade.

Learn more

Parent Information Evenings Parent Information Evenings

Help your child put the right foot forward by attending one of our Parent Information Evenings in June or August.

Learn more

Park’d @ Curtin Park’d @ Curtin

The food trucks and performers are back for Semester 1! Check out the weekly schedule.

Learn more

 Courses

Our courses are applied, innovative and grounded in the real world.

Search options

Degree type:

Resident type:

Ayo Dukung Contestants Asal Jambi :: Miss Indonesia 2013

Written By PIN 1234 on Minggu, 17 Februari 2013 | 2:04:00 AM



Profile Ayu Purnama Sari Miss 2013
Bergabung dalam grup teater Khatulistiwa dan dipercaya mengikuti lomba teater monolog "PEKSIMIDA" merupakan hal yang tak terlupakan dalam hidupnya. Terlebih ketika Ayu berhasil mendapatkan gelar The Best Actress dalam lomba teater tersebut.

 Gadis manis bernama lengkap Ayu Purnama Sari juga pernah mengikuti Kejuaraan Nasional Atletik sebagai atlet lari 100 meter dan Field Commander Terbaik Grand Prix Marching Band di tahun 2010.

Tak hanya itu, kemampuannya dalam bidang akademis pun tak diragukan lagi. Ayu berhasil menyelesaikan perkuliahannya dengan predikat cumlaude.

Buat seluruh warga masyarakat Jambi Jangan Lupa mendukung Ayu di miss indonesia 2013. 
Dengan cara Ketik sms : MI (spasi) Jambi Kirim ke 6288 

Atau vote langsung di  
| 2:04:00 AM | 1 komentar

Mimpi Didatangi Pria Berjubah, Tahanan Minta Disunat

Written By PIN 1234 on Sabtu, 16 Februari 2013 | 5:46:00 PM

Ilustrasi
DEPOK - Tomi Wijaya (23) tahanan Polsek Beji, Depok melakukan pertobatan dengan cara menjadi mualaf. Bahkan, pria itu menjalani operasi khitan (disunat) disalah satu klinik setempat.

"Saya mengaku salah, dan siap bertobat menjadi manusia baru kembali. Saya jalani ini semua dengan ikhlas dan tanpa ada paksaan sama sekali," ungkap Tomi kepada wartawan di Mapolsek Beji.

Dia mengaku, aksi pertobatan itu berani dilakukan lantaran mendapatkan petunjuk dari sang pencipta melalui mimpi. Di mana, dirinya di datangi dua pria berjubah putih. Kedua pria itu pun memintanya untuk meninggalkan kisah kelam dan kembali kejalan yang benar.

"Saat kedua pria itu datang langsung mengucapkan Assalamualaikum sama saya. Saya sendiri tidak kenal, semua anjuran yang dikatakan itu saya ikuti," kata Tomi.

Karena takut masuk neraka, lanjutnya, ia pun sempat berpikir dua kali. Beberapa kali dirinya menyendiri dan merenungi mimpi itu. Dan hingga akhirnya dia pun berani memutuskan pindah agama.

"Dua kali saya mimpi hal yang sama saat di dalam sel. Saya tidak ingin masuk ke neraka, dan tobat ini sungguh-sungguh dilakukan. Semoga yang saya lakukan ini benar dan tidak menyalahi aturan," imbuhnya.

Kapolsek Beji Kompol Agus Widodo mengatakan, keinginan khitan itu dilakukan Tomi tanpa ada unsur paksaan. Dan murni keinginan tersangka sesaat setelah dirinya menyatakan ingin memeluk Islam. "Ini baru kali pertama terjadi di sel Polsek Beji. Kami berharap tersangka benar-benar taubat dan kembali menjadi warga negara yang baik," ujarnya.

Tomi diringkus tim Reskrim Polsek Beji pada Januari 2013, lalu. Pria itu ditangkap atas kasus pencurian sebuah ponsel di warung internet (Warnet) di Kelurahan Beji. Tomi yang juga penjaga warnet itu pun sempat dikeroyok massa, lantaran kedapatan mencuri ponsel salah satu pengunjung warnet.

(ful)
| 5:46:00 PM | 0 komentar

Banjir Batanghari Semakin Meluas

Written By PIN 1234 on Rabu, 13 Februari 2013 | 5:46:00 PM

Pemerintah Kabupaten (Pembkab) Batanghari belum ada nampaknya," keluh Azhar.
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Batanghari, Jambi, sejak beberapa pekan terakhir semakin meluas, rumah warga di tujuh kecamatan yang terkena banjir terus bertambah.
Dari data yang berhasil dihimpun di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari hingga Rabu, 13 Februari 2013 tercatat 9.473 rumah warga masih terendam banjir dengan jumlah 29.115 jiwa.

Tiga hari sebelumnya rumah warga yang terendam sebanyak tujuh ribu rumah, namun karena hujan yang masih turun dan adanya air kiriman dari hulu, rumah warga yang terendam semakin bertambah.

Data terbaru untuk jumlah korban di tujuh kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Bathin XXIV rumah yang terendam sebanyak 4.017 KK mencakup 14.002 jiwa, Kecamatan Muaratembesi 2.045 KK (6.589 jiwa), Kecamatan Muarabulian yang semula hanya ratusan, dua hari terakhir meningkat drastis menjadi 1.114 KK yang mencakup 4.519 jiwa.

Selanjutnya, Kecamatan Pemayung rumah yang terendam sebanyak 415 KK (1.611 jiwa), Kecamatan Marosebo Ulu 352 KK (1.408 jiwa), Kecamatan Marosebo Ilir 222 KK (986 jiwa) dan di Kecamatan Mersam rumah yang terendam sabanyak 1.308 KK, namun jumlah jiwa masih dalam pendataan.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Batanghari Syamral mengatakan, ketinggian air dalam dua hari ke depan diprediksi masih mengalami kenaikan, hal tersebut dipicu dengan cuaca yang terus hujan, dan air kiriman dari kabupaten tetangga.

"Air kiriman dari Kabupaten Sarolangun akan melewati Kecamatan Bathin XXIV, sementara air kiriman dari Kabupaten Bungo akan melewati Kecamatan Marosebo Ulu dan Mersam, datangnya air kiriman tidak bisa dielakkan, karena wilayah itu jalur air menuju laut," katanya.

Ia juga menyebutkan, untuk Kecamatan Muarabulian semula hanya sedikit yang terkena banjir, namun dua hari terakhir meluas, di dalam Kota Muarabulian saja, air terlihat menggenangi jalan poros depan rumah dinas bupati Batanghari.

Sementara itu, akibat banjir yang melanda Kecamatan Bathin XXIV khususnya, sejumlah sekolah di kecamatan tersebut tidak bisa dipakai untuk belajar mengajar, karena terendam air dengan ketinggian mencapai dua meter.

"Hanya satu sekolah dalam 10 desa yang masih bisa melakukan aktivitas belajar mengajar, sedangkan sekolah lainnya terpaksa diliburkan," ungkapnya.

Di Desa Danau Embat Kecamatan Marosebo Ilir, jembatan penghubung desa dalam kecamatan tersebut putus total, akibatnya perekonomian di kecamatan tersebut lumpuh.

Pantauan di lapangan juga terlihat beberapa sekolah tidak bisa lagi melaksanakan kegiatan belajar mengajar, seperti SDN 59 Desa Durian Luncuk Kecamatan Batin XXIV. Meskipun ruangan kelas terendam banjir, para siswa di sekolah tersebut melakukan aktivitas belajar di ruko miliki warga setempat.(antara)
| 5:46:00 PM | 0 komentar